Jasa Iklan Digital – Saat mulai beriklan di internet, banyak pemilik bisnis mengira kalau menang bidding di Google Ads atau Meta Ads hanya soal memasang budget besar. Padahal kenyataannya tidak sesederhana itu.
Ada bisnis yang menghabiskan jutaan rupiah per hari tetapi hasilnya biasa saja. Sebaliknya, ada juga yang budgetnya lebih kecil namun bisa mendapatkan lebih banyak leads dan penjualan.
Kalau Anda sedang menjalankan kampanye iklan dan merasa biaya iklan makin mahal, kemungkinan ada yang perlu diperbaiki pada strategi bidding dan optimasi kampanye. Artikel ini akan membahas cara menang bidding di Google Ads dan Meta Ads dengan bahasa yang mudah dipahami.
Sebelum membahas lebih jauh, kita perlu memahami dulu apa itu bidding.
Bidding adalah proses lelang yang terjadi setiap kali ada pengguna internet yang melihat potensi iklan Anda.
Contohnya saat seseorang mengetik kata kunci “jual rumah Bekasi” di Google. Saat itu juga Google akan melakukan lelang antara beberapa pengiklan yang menargetkan kata kunci tersebut.
Hal yang sama juga terjadi di Meta Ads (Facebook dan Instagram Ads). Saat pengguna membuka feed Instagram atau Facebook, sistem Meta akan memilih iklan mana yang paling layak ditampilkan berdasarkan beberapa faktor.
Jadi bukan hanya siapa yang memberikan bid tertinggi, tetapi siapa yang memberikan kombinasi terbaik antara kualitas iklan, relevansi, dan peluang konversi.
Ada beberapa penyebab umum kenapa iklan sering kalah saat proses bidding.
Banyak advertiser baru memilih target yang terlalu umum.
Misalnya:
Akibatnya algoritma kesulitan mencari calon pembeli yang benar-benar potensial.
Target yang lebih spesifik biasanya menghasilkan biaya iklan yang lebih efisien.
Google sangat memperhatikan pengalaman pengguna setelah mengklik iklan.
Jika website lambat, sulit dibuka di HP, atau informasi tidak jelas, maka Quality Score bisa turun.
Semakin rendah Quality Score, biasanya biaya per klik menjadi lebih mahal.
Di Meta Ads, kreatif iklan sangat menentukan.
Jika gambar, video, atau copywriting tidak menarik perhatian pengguna, CTR akan rendah.
Ketika CTR rendah, algoritma menganggap iklan kurang relevan sehingga biaya iklan bisa naik.
Google dan Meta bekerja menggunakan data.
Jika tracking belum benar atau data konversi masih sedikit, sistem akan kesulitan mengoptimalkan bidding secara otomatis.
Berikut beberapa strategi yang sering digunakan oleh praktisi iklan digital.
Jangan hanya mengejar keyword dengan volume besar.
Contoh:
Keyword yang lebih spesifik biasanya memiliki tingkat persaingan yang lebih rendah dan peluang closing lebih tinggi.
Quality Score menjadi salah satu faktor penting dalam Google Ads.
Cara meningkatkannya:
Dengan Quality Score yang tinggi, Anda bisa mendapatkan posisi lebih baik meskipun budget tidak sebesar kompetitor.
Pastikan setiap formulir, telepon, WhatsApp, atau transaksi dapat terlacak.
Semakin banyak data yang masuk ke sistem Google Ads, semakin pintar algoritma dalam mencari calon pelanggan potensial.
Banyak budget iklan terbuang karena keyword yang tidak relevan.
Contoh jika menjual jasa profesional:
Keyword seperti ini bisa dimasukkan ke daftar negative keyword.
Meta Ads memiliki pendekatan yang sedikit berbeda dibanding Google Ads.
Saat ini video pendek masih menjadi salah satu format yang paling efektif.
Durasi 15-30 detik biasanya cukup untuk menarik perhatian calon pelanggan.
Pastikan dalam 3 detik pertama sudah ada hook yang kuat.
Semakin tinggi interaksi pengguna terhadap iklan, semakin besar peluang algoritma Meta memberikan distribusi yang lebih luas dengan biaya lebih rendah.
Beberapa cara meningkatkan CTR:
Jangan hanya mengandalkan cold audience.
Gunakan juga:
Audience hangat biasanya memiliki biaya akuisisi yang lebih murah.
Kesalahan yang sering terjadi adalah terlalu sering mengubah setting iklan.
Jika kampanye baru berjalan 1-3 hari, sebaiknya jangan langsung mengubah banyak hal.
Berikan waktu agar algoritma mengumpulkan data terlebih dahulu.
Banyak bisnis hanya fokus pada satu platform.
Padahal kombinasi Google Ads dan Meta Ads sering menghasilkan performa yang lebih baik.
Meta Ads berfungsi untuk membangun awareness dan menarik perhatian calon pelanggan.
Google Ads berfungsi menangkap orang yang sudah memiliki niat membeli.
Contohnya:
Strategi ini banyak digunakan oleh bisnis properti, otomotif, jasa profesional, klinik, manufaktur, hingga e-commerce.
Jika Anda mengalami kondisi berikut:
Maka menggunakan jasa iklan digital bisa menjadi solusi yang lebih efisien dibanding mencoba sendiri tanpa strategi yang tepat.
Hero Digital adalah penyedia jasa iklan digital, SEO, GEO, AIO, Google Ads, dan Meta Ads untuk berbagai jenis bisnis di Indonesia.
Tim Hero Digital membantu mulai dari:
Baik Anda menjalankan bisnis properti, otomotif, jasa, manufaktur, travel, hingga UMKM, strategi iklan yang tepat dapat membantu meningkatkan penjualan secara lebih terukur.
Konsultasi Gratis
WhatsApp: 0821-1204-9366 atau klik dibawah ini
Jika Anda ingin mendapatkan lebih banyak leads dengan biaya iklan yang lebih efisien, tim Hero Digital siap membantu menyusun strategi iklan yang sesuai dengan kebutuhan bisnis Anda.
Jasa SEO Travel Umroh - Bisnis travel umroh semakin kompetitif setiap tahunnya. Calon jamaah kini…
Pasang Iklan Properti - Mencari pembeli properti saat ini tidak lagi cukup hanya mengandalkan spanduk,…
Jasa Web Murah - Di era digital seperti sekarang, website bukan lagi sekadar pelengkap bisnis.…
SEO Rental Mobil - Kalau Anda punya bisnis rental mobil dan masih mengandalkan WhatsApp blast,…
SEO Murah, Apakah Benar Bisa Membantu Bisnis? Kalau Anda sedang mencari layanan SEO Murah, kemungkinan…
Mencari tiket bis murah saat ini sudah menjadi kebiasaan banyak masyarakat Indonesia. Mulai dari pekerja,…
This website uses cookies.